Bupati Kepulauan Selayar Pidanakan Drs. Muh Arsad, MM Gara-gara SMS


Bupati Kepulauan Selayar melaporkan ,mantan Ka BKD Muh Arsad ke Polres Kepulauan Selayar atas dugaan Tindak Pidana ” Penghinaan Dengan Tulisan dan atau Perbuatan yang tidak Menyenangkan” akibat SMS yang dikirim kepadanya.

Laporan Bupati Kepulauan Selayar Drs. H. Syahrir Wahab tersebut tertuang dalam laporan Polisi nomor : LP/ 274/ X/ 2013/ SPKT, tanggal 7 Oktober 2013. Dalam Laporan tersebut mengungkapkan bahwa lelaki Drs. Muh Arsad, MM telah mengirim SMS dari nomor HP miliknya dengan pesan yang tertuliskan “ Yang Terhormat Pak Bupati… Menurut info teman teman dari MK Perkara Pilkada Selayar.. No,73/PHPU-D-VIII/ 2010, tertanggal 08 Agustus 2010 termasuk dalam kelompok berkas yang ditandatangani P’ Akil Muchtar dan siap investigasi” SMS tersebut membuat H. Syahrir Wahab merasa ditakut takuti sehingga tidak konsen didalam bekerja/ berfikir dan tidak enak/ tidak menyenangkan.

Laporan H. Syahrir Wahab tersebut ditindaklanjuti oleh Penyidik Polres Kepulauan Selayar dan menetapkan Muh Arsad sebagai tersangka pada tanggal 12 April 2014 berdasarkan surat panggilan Nomor : S-PGL/ 183/ IV/ 2014/ Reskrim tanggal 19 April 2013 dengan tuntutan tidak pidana sebagaimana dimaksud pada pasal 45 ayat (!) dan ayat (3) UU RI No.11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau pasal 335 dan atau pasal 310 (2) KUHPidana.

Atas dasar hasil Penyidikan pihak penyidik Polres Kepulauan Selayar tersebut, maka Penuntut Umum Kejari Kepulauan Selayar Melalui Surat Penahanan (Tingkat Penuntutan) Nomor : PRINT-346/R.4. 28/ Euh.2/ 06/ 2014 tanggal 05 Juni 2014 melakukan penahanan kepada Muh Arsad di Rutan Kelas IIB Kepulauan Selayar, alasan penahanan tersebut karena Muh Arsad dikhawatirkan melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.

Menanggapi penahanan dirinya Muh Arsad dari balik tahanan Rutan Kepulauan Selayar Kamar III Blok B menulis surat yang ditujukan kepada Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kepulauan Selayar mempertanyakan Apakah Pasal 45 Ayat (3) dan Ayat (1) UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elekronik sudah tepat bagi Tindak Pidana ” Penghinaan Dengan Tulisan dan atau Melakukan Perbuatan yang tidak Menyenangkan” hanya dengan informasi yang disampaikan melalui Short Messege System (SMS). Menurut Muh Arsad UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE hanya mengatur tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan menggunakan sistem komputer dan jaringan internet yang dapat diakses oleh publik secara terbuka misalnya Media Social, Facebook, Twitter, blok dan sebagainya di dunia maya (Cyber Space), Apalagi menurut Arsad SMS yang disampaikan kepada Bupati Kepulauan Selayar bukan untuk maksud menghina dan mengancam, tetapi lebih hanya merupakan upaya Staf atau Bawahan untuk mengingatkan atasannya tentang berbagai permasalahan dan kebijakan yang dikeluarkan dan dinilai melanggar aturan perundang undangan yang berlaku.

Mudah mudahan Kasus ini bisa diselesaikan berdasarkan Peraturan yang berlaku secara adil berdasarkan asas keadilanyang netral dan bebas dari Pemihakan pemihakan tegas Muh Arsad di balik kamar Tahanan.

Penulis,

Muh Arsad
sumber: http://hukum.kompasiana.com/2014/06/09/bupati-kepulauan-selayar-pidanakan-drs-muh-arsad-mm-gara-gara-sms-664708.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s