Moderator milis pekerja tambang digugat oleh kuasa hukum PT SMJ


31 Juli 2013
Harry Nuriman sebagai moderator milis pekerjatambang@yahoogroups.com digugat oleh kuasa hukum PT Sumber Mitra Jaya dengan tuduhan menyebarkan fitnah yang merugikan PT SMJ. Kasus dimulai posting dari salah satu member Sdr Boy yang mengeluh mengenai pengalamannya bekerja di PT SMJ. Posting mendapat berbagai tanggapan ada yang positif ada juga yang negatif dari member termasuk kuasa hukum SMJ yang lalu menggugat moderator milis. Setelah dilakukan mediasi, moderator dituntut harus meminta maaf seperempat halaman yang dimuat di Harian Kompas dan Bisnis Indonesia.
PENGUMUMAN DARI MILIS PEKERJATAMBANG MENGENAI SUMBER MITRA JAYA
Beberapa waktu lalu milis pekerjatambang (pekerjatambang@ yahoogroups. com) diramaikan dengan berbagai posting mengenai PT.Sumber Mitra Jaya (SMJ). Kejadiannya dimulai dengan adanya posting dari member Sdr Boy (bona2105@ymail. com) yang menyampaikan keluhan mengenai pengalamannya bekerja dengan SMJ. Posting Sdr Boy tersebut mendapat berbagai tanggapan positif dan negatif dari member-member lain, termasuk dari Andinalomsianipar selaku kuasa hukum SMJ dan PT Siadapari selaku penyalur tenaga kerja untuk SMJ.Sebagai moderator milis pekerjatambang, saya digugat oleh SMJ ke pengadilan melalui surat nomor: 20/Pdt.G/2013/ PN.BB dengan gugatan bahwa saya menyebarkan berita fitnah yang merugikan SMJ dan meminta agar semua berita (thread) yang berhubungan dengan SMJ di milis pekerjatambang dihapus.
Setelah melalui beberapa kali proses mediasi, akhirnya pihak SMJ dan saya sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini di luar pengadilan.
Perselisihan antara SMJ dengan karyawannya, mantan karyawannya dan/atau penyalur tenaga kerjanya, adalah urusan mereka sendiri dan, sebagai moderator milis, saya tidak akan membiarkan permasalahan di antara mereka ikut menyeret moderator ataupun member milis lainnya. Agar tidak semakin banyak pihak yang dirugikan dan permasalahan tidak semakin berkepanjangan, maka dengan ini saya informasikan kepada seluruh member bahwa thread yang berhubungan dengan SMJ sudah saya hapus dari milis [pekerjatambang].
Izinkan saya meminta maaf kepada member Sdr Boy dan SMJ karena sudah meloloskan postingan yang lalu. Saya juga meminta maaf kepada seluruh member milis karena saya menghapus thread mengenai SMJ dan selanjutnya saya tidak akan meloloskan posting apapun yang berhubungan dengan SMJ, walaupun bernuansa positif sekalipun. Permintaan maaf ini saya sampaikan dengan tulus,tanpa paksaan ataupun imbalan apapun dari SMJ.
Permintaan maaf mengenai hal di atas juga dimuat di Harian Kompas dan Bisnis Indonesia (tgl 31/7/2013). Selanjutnya, saya tidak bertanggungjawab atas semua posting atau reaksi apapun dari siapapun di media manapun mengenai permasalahan antara SMJ dengan karyawannya, mantan karyawannya, penyalur tenaga kerjanya atau pihak lain yang mungkin timbul di kemudian hari sehubungan dengan masalah ketenagakerjaan di lingkungan SMJ.
Demi kenyamanan dalam berkomunikasi di milis, saya ingin mengingatkan kembali agar semua pihak bisa menahan diri dan bersikap dewasa untuk tidak mengirim posting yang bernuansa kebencian dan berbau SARA sebagaimana aturan yang saya kirim setiap 2 minggu ke seluruh member.
Saya juga menghimbau kepada Sdr Boy dan PT Siadapari selaku pemasok tenagakerja untuk SMJ agar segera membereskan permasalahan mereka dengan SMJ melalui jalur yang semestinya, yaitu Dinas Tenaga Kerja.
Putusan telah dikeluarkan oleh PN Bale Bandung nomor Putusan No: 60/Pdt.G/2013/ PN.BB. dan selanjutnya memiliki kekuatan hukum bagi pihak-pihak terkait.
Moderator
Harry Nuriman
Advertisements
Link

Gara-gara Komentar di Facebook, Johan Jadi Tersangka


SURABAYA, KOMPAS.com — Gara-gara mengomentari berita terkait penggelapan uang Gereja Bethany senilai Rp 4,7 triliun, Johan Yan (38) ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Johan dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik oleh pihak Gereja Bethany. Warga Perumahan Delta Tiara, Kecamatan Waru, Sidoarjo, yang juga berprofesi sebagai motivator ini dijerat Pasal 45 Ayat(1) jo Pasal 27 Ayat(3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena berkomentar pada tautan berita yang dipampang di akun jejaring sosial Facebook-nya pada Februari lalu.

Dalam kolom komentar, Johan menulis, “Korupsi atau money laundry yang dilakukan oleh ulama bukan ajaran agama Kristen”. “Saya tidak punya maksud apa-apa, hanya sekadar berkomentar karena isu di berta tersebut memang sedang hangat dibahas di sejumlah media cetak dan elektronik termasuk di Kompas.com,” kata Johan, Rabu (14/8/2013).

Menurut Johan, setelah ada pihak yang keberatan dengan komentarnya, dia mengaku segera menghapus komentar tersebut, bahkan meminta maaf kepada pihak yang merasa dirugikan. “Saya juga kaget, padahal saya sudah menemui mereka yang berkepentingan, tapi saya tiba-tiba ditetapkan tersangka,” terangnya.

Berita yang dikomentari Johan membahas dua kelompok jemaat Gereja Bethany, Surabaya, yang saling lapor ke Polda Jatim. Pihak pengelola gereja dilaporkan terkait dugaan korupsi dana gereja senilai Rp 4,7 triliun. Sebaliknya, pengelola gereja melaporkan balik si pelapor dengan dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik.

Editor : Glori K. Wadrianto
Penulis :Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Rabu, 14 Agustus 2013 | 09:22 WIB